Tag Archives: cardinal rot

Optimism from narcissism: Angga’s E30 BBS RS
Angga Raditya

Through this year we have seen loads of builds some favoring form and while others went for function. There are a lot of car enthusiasts across our lovely country-Indonesia that would rather have more in “form format” over the “function format”. Well one of our friend, Angga Raditya, the owner of this struggles-built E30 M40, would have to disagree and show people why they should choose the sleek-but-functional over form for him selves. For fellas as international readers out there, we are really sorry for dished up these article in our native Indonesian language because believe me that this story will be more fun to read in native form. I would welcoming Angga Raditya to present his passion in this page. Read it out guys.

 

Originally written by: Angga Raditya

Di tengah-tengah jenuhnya E30 yang modifikasinya kayak template (setidaknya menurut gue pribadi), gue pengen cari yang lain. Enggak M-Tech, enggak Recaro-an, enggak ini, enggak itu. Pengen beda. Lagian sudah banyak banget E30 yang maksimal di Indonesia. Makanya gue browsing internet dan ketemu info kalau E30 itu punya interior merah yang namanya Cardinal Rot. Gue langsung suka dan gue yakin belum banyak yang pakai warna ini.

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-5

 

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-6

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-7

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-8

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-9

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-10

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-2

Berhubung gue berteman baik dengan bos Vertue Concept, Edy, gue tantangin buat konversi interior E30 gue, dari abu-abu jadi merah ala Cardinal Rot. Edy pun dengan senang hati meladeni. Walaupun banyak yang bilang sayang banget karena bahan interior gue orisinil. Tapi gue tahu kualitas pengerjaan Vertue Concept pasti bagus, jadi menurut gue bakal worth it. Nappa Edelweiss Stigma warna merah langsung membalut interior, dan gue lebih puas dengan kondisi seperti ini. Cocok sama gue, yang selalu pengen punya ciri khas. Gue narsis, dan gue bangga.

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-11
Interior kelar, gue bingung mau ngapain lagi. Gue nongkrong lagi sama teman-teman gue di daerah Bintaro, sambil makan sate. Dari situ gue iseng tanya ke teman gue yang pegang BBS RS 16x(8,5+9,5) inci. Boleh enggak barrel nya gue bayarin? Tanpa diduga, doi mau melepas barrel nya ke gue. Wah ini dia, bakal hits velgnya kalau pakai barrel doi. Karena kesibukan kerjaan gue, baru beberapa bulan barrel ini bisa terpasang. Dan proses pemasangannya enggak gampang, karena 2 set ban 195/50R16 gue bocor samping semua pas ditarik. Alhasil gue beli ban baru dengan ukuran 205/45R16 dari Accelera Alpha. Masalah ban beres, tinggal pasang adaptor, ukuran 25 mm di depan dan 32 mm di belakang.

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-12

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-13

Spek velg gue setelah ganti barrel, offset¬nya menjadi 16×9 inci offset 35 di depan dan 16×9,5 inci offset 41 di belakang. Sudah pasti mentok dalam, makanya kudu adaptor. Final offset setelah adaptor menjadi offset 10 di depan dan 9 di belakang. Spakbor mesti gue gerinda sedikit biar bebas gesrot. Konstruksi suspensi trailing arm E30 di belakang membantu gue dengan camber otomatis¬nya, membuat lebar 9,5 inci nyemplung aman di dalam spakbor. Yang depan enggak masalah, seimbang sama fitment belakangnya.

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-14

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-15

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-16

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-17
 
bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-3

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-18

Buat ducktail alias heckspoiler, gue pakai Hartge yang sejatinya buat E30 generasi awal, yang masih M10. Ducktail ini dari teman gue, katanya daripada nganggur di rumah mendingan dipakaikan ke mobil gue dulu. Rejeki? Amin. Ducktail Hartge punya juntaian tinggi, sehingga buritan gue juga harus eksotis buat imbangin. Karena itu gue pakai muffler tip dari Sebring yang gue custom lagi. Bentuk knalpot ala DTM cukup mainstream di penggemar E30, makanya gue custom. Gue lagi suka banget sama JSutai, maka knalpotnya gue bikin ala JSutai. Kromnya dimatikan, ampelas, gue siram hitam dan gue tambahin aksen hijau turquoise pakai cutting sticker.

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-19

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-20

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-4

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-21

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-22

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-23

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-24

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-25

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-26

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-27

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-29

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-30

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-31

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-32

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-35

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-38

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-40

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-41

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-34

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-28

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-33

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-36

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-37

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-42

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-43

bmw e30-e30-m40-bmw-bbsrs-stance-ladyonwheels-indonesia-39

And the result is, I am satisfied with my E30. Dan sejak itu, BMW kesayangan gue ini enggak melulu keluar garasi. Bukan karena ceper, atau ada kerusakan. Tapi karena A/C-nya enggak dingin. Gue malas pakainya. Occasional only. Hahaha… Well, that story of my E30. What I got from my E30 was, narcissism can bring you to optimism, which can lead you to be creative.